Carolus Daylight

Kegelisahan yang selalu timbul di kala rasa sakit di pergelangan tangan kiri saya mulai mempengaruhi kekuatan dari 5 jari tangan kiri saya dalam bermain gitar. Kegelisahan yang tidak jelas ujungnya akan dibawa kemana karena rasa sakit tersebut? Sebaiknya diapa’in agar rasa sakit itu hilang ketika saya membutuhkan tangan kiri saya? Saya mencoba untuk menekan sesuatu agar termanipulasi rasa sakit itu, agar saya bisa berjingkrak ria di panggung /rif ? atau cukup hanya dengan cuek aja untuk melupakan rasa sakit itu, seolah olah tidak pernah ada? Kalau memang udah sakit ya sakit aja deh nggak bisa di apa apain lagi ngeri khan...contoh nya kalau kalian pernah melihat episode Celeb di Anteve October 2006 yang menampilkan mbak Titiek Puspa feat. Jikun /rif melawan Ivan gunawan feat. Azis Jamrud dan kalau perhatian kalian masih ingat di coda lagu tersebut saya sempat tanpa sadar melepaskan tangan kiri saya dari guitar saya dan kemudian menggoyang goyangkan berulang kali pegelangan tangan kiri saya…itu sebetulnya bukan gaya tetapi memang sakit sampai tak terasa apa saja yang seharusnya saya mainkan karena saat itu hampir tidak terjadi komunikasi antara otak saya dengan jari tangan kiri saya....ya Tuhan jangan sampai itu terulang lagi.

Carolus, ya itu dia Rumah Sakit Carolus di daerah Salemba Jakarta tempat dimana saya mendapatkan inspirasi lagu "Carolus Daylight" yang artinya mudah saja koq…titik terang di Rumah Sakit Carolus. Saya tidak akan melupakan jasa seorang dokter tulang yang dengan telaten mau mengobati saya..atau saya nya yang memang telaten ajah karena dah terlalu pusing dengan rasa sakitini!..Boleh saya ceritakan sedikit soal dokter ini, dokter ini memang beken dikalangan bedah tulang, dia menjabat presiden untuk ikatan dokter bedah tulang ASEAN, karena dia berjasa menyumbangkan penemuan enzim yang bermanfaat untuk pasien paska bedah tulang atau yang berhubungan dengan cidera tulang. Dia bernama pak Siregar, yang saya puji dan kagum terhadapnya adalah cara menangani pasien yang tidak selalu harus divonis untuk menjalani operasi tulang dalam proses penyembuhan, dia selalu menyarankan agar melakukan terapi dengan injeksi enzim terlebih dahulu, karena tulang dan pegelangan memerlukan perbaikan jaringan untuk kembali kuat. Terapi enzim itu saya lakukan mulai dari akhir November 2007 sampai Januari 2008.

Ada rasa sebel juga ketika saya menjalani terapi tersebut. Jujur saja saya rada rada haroream atau malas ke rumah sakit karena disitu pasti ada antrian berjam-jam atau si pasien harus daftar untuk mendapatkan nomor panggil atau si pasien harus telepon untuk buat janji dokter dulu bla..bla..bla...Ah, terlalu repot dan egois lah buat seorang Jikun /rif.. Kudu ngikutin aturan apalagi harus mengantri, biasa solonong boy... pan rocker...tapi keadaan seperti itu lah yang seharusnya saya jalani. Keadaan yang memaksa saya kalau ingin sembuh kudu usaha…anjir teh!. Mulailah saya melakukan ritual pulang pergi ke rumah sakit. Setelah kunjungan pertama ke Dokter Siregar, saya diharuskan meronsen tangan kiri saya. Ada pengalaman yang menurut saya teu nyambung yaitu petugas yang menronsen menceritakan Andy /rif suka ke sini untuk mengantar istrinya..tentunya untuk check up bukan meronsen... benar-benar teu nyambung.

Hasil ronsen dibawa lagi ke Dokter Siregar dan ia menjelaskan tentang kondisi tangan kira saya. ”Oh ya Jie…ini sih kita lakukan terapi pemberian enzim terlebih dahulu..nanti setelah itu kalau rasa sakit masih terasa mengganggu kita lakukan pembedahan tulang tetapi itu juga tergantung dari kamu Jie."....desss...men.. gua kudu dioperasi, dipotong tulangnya supaya pegelangan kembali ke posisi semula..Wah dah panjang tuh pikiran.. gimana gua main guitar nantinyanya..Ya Allah koq jadi begini....oh My God!

Notasi Carolus Daylight